Latest News

Realita Dalam Berwirausaha

21 Mei 2009 , Posted by semarangrepair at Kamis, Mei 21, 2009

Baru-baru ini tatkala terlintas ide segar selalu saja kemauan yang keras segera ingin terwujud. Seakan semua telah berjalan itupun yang terlintas dalam bayangan pikir. Tak sabar rasanya merealisasikan ide segar, tapi selalu saja semua itu harus di lewati secara bertahap. Mudah sepertinya saat terpikir untuk merealisasikan ide-ide, akan tetapi setelah berjalan tahap awal begitu berat untuk di lalui. Memang selalu saja teori tidak sama dengan realita yang terjadi, tapi disinilah kita benar-benar belajar dan mengartikan antara realita dan teori.

Menjadi pengusaha sukses adalah kalimat segar bermotivasi dan penuh intuisi dan itu selalu di nanti dalam jiwa calon pengusaha. Kemauan yang keras menggebu dan penuh semangat, itulah yang berkobar dalam jiwa entrepreneur dan tentunya tidak lepas dari informasi yang selalu update. Selalu gali informasi, belajar, dan banyak teman adalah salah satu gerbang pembuka kesuksesan dan perkembangan pengetahuan.

Tidak lama ini dalam melewati beberapa fase dan pengaruh lingkungan positif menggugah aroma untuk mandiri dalam berwirausaha. Untuk melangkah dan menjejakkan kaki terasa tidak percaya akan kemampuan diri, segala sesuatu harus melalui persiapan yang matang. Mungkin inilah yang disebut berpikir dengan otak kiri. Alhasil apa yang telah di dapat? ya hanya stanby atau jalan ditempat. Sementara kemauan keras selalu mendorong untuk merealisasikan, ini sangat kontradiktif dan menganggu jalan pikir.

Lantas bagaimana agar teratasi, satu-satunya mengambil langkah berani optimis seperti yang di katakan Purdi E. Chandra. Dengan begitu baru bisa di katakan benar-benar berpikir, karena setelah terealisasi kita pasti berpikir guna perkembangan usaha. Berbeda dengan berpikir secara teori yang artinya, sebelum melangkah kita sudah berpikir akan perkembangan, rencana dan bagaimana nantinya kalau usaha ini akan terhenti. Makan saja belum sudah berpikir bagaimana rasanya kenyang, kurang logis bukan.

Membangun mental yang mantap bukanlah perkara mudah, semua pasti ada tahapannya. Jika secara teori dan kita membayangkan sepertinya mudah penerapannya dan lebih mudah lagi jika kita praktek dan sambil belajar. Semakin banyak kita menemui hambatan, persoalan, resiko dan dengan berpikir positif secara otomatis mental kita terbangun menjadi mental yang tangguh. Kita semakin yakin setelah kita menjalaninya.

Memang seperti kebanyakan yang dikatakan orang tidak mudah menjadi pengusaha, banyak tantangan, resiko dan hambatan. Akan tetapi juga semakin sulit untuk menjadi pegawai yang dapat berkarya semau kita menuangkan ide-ide segar dan merealisasikan di tempat kita bekerja, karena setiap pegawai pasti punya batasan-batasan gerak dalam suatu perusahaaan dan pastinya selain gerak dan pikiran kita terbatas semakin terbatas pula penghasilan kita.

Dan memang kebanyakan orang ragu untuk melepas statusnya menjadi pegawai dan bermutasi menjadi direktur alasannya banyak pertimbangan dan faktor utamanya tidak benar-benar fokus untuk mewujudkan impian, kemauan menjadi pengusaha. Menjadi calon pengusaha atau pengusaha tidak hanya berani optimis, tidak hanya berani bermimpi tapi harus berani optimis mencoba untuk mewujudkan kemauan yang keras dan impian. Lebih baik gagal setelah membuka usaha daripada kita gagal mencoba.

Currently have 0 Respon: